Kerinduan.Sudah berjalan waktu sejak Maret 2020.


 Pangling 

   Sejak bulan Maret lalu rasanya ingin segera bertemu tatap muka dengan anak anak kesayanganku. Si Astuti, Yuniati, Abdullah, dan Indra. 

   Suatu ketika ku telusuri lorong desaku yang jadi idolaku desaku tercinta. 

   "Asalamuallaikum... Pak Guru? " sapa gadis cilik dengan lugunya. 

Tak terlintas sama sekali dalan anganku. Penuh tanda tanya. 

   "Siapa,ya? Bapak lupa. "Kucoba ingat-ingat lagi,siapa gadis itu. 

   "Pak Guru..... mau kemana pak? Aku Astuti, pak guru"

   "Oh ya, ya ,Astuti ." Malu rasanya, ternyata dia murid saya yang enam bulan tidak bertatap muka di kelas. Saya agak terperangah dibuatnya. Kutahu jelas wajahnya yang lugu bak gadis desa itu saat masker yang di pakai agak melorot ke bawah hingga nampak wajahnya setengah jelas. 

   "Maaf Astuti kalau pakai masker yang 

benarnya? " Begitu jawabku seakan mengelak dari rasa panglingku kepada murid saya sendiri. 

   Ternyata diusiaku yang sudah merangkak tua ini sering lupa, bahkan kepada teman saudara yang lama tidak bertemu muka. 

   Kalau dulu sebelum pandemi covid 19 tiap pagi mesti kutemui anak anakku, untuk sekedar menerima salam dari mereka. 

   Mereka lucu juga. Kadang anak anak yang masih kelas rendah menceritakan kejadian di rumah saat mereka sedang sarapan pagi di rumah. Tidak merasa bila saya kadang jadi tempat curahan hati,seperti kepada ayahnya. 

   Enam bulan berlalu sahdu rasanya. Membuat aku lupa anak anakku di sekolah. 

   Anak anakku tetaplah belajar ya. Cuci tangan, pakai masker yang beesih, dan jangan keluar rumah. 

   Tapi itu hanya bagai angin lalu. Anak didikku ingin rasanya sekolah di bangku sekolah seperti dulu. 

   "Kapan masuknya ke sekolah Pak Guru? "

   "Tunggu ya nak kalau Zonanya sudah hijau."

Comments

Post a Comment